KUBU RAYA – Komitmen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Hasani dalam memperkuat pendidikan vokasi kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang digelar pada Kamis, 24 April 2025.
Bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Abdussalam di Jl. Parit Surabaya, Desa Pasak, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, kegiatan ini diikuti 29 siswa-siswi dari dua jurusan unggulan, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
PSAJ merupakan bagian penting dari rangkaian Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas XII SMK di Indonesia. Evaluasi ini menjadi titik akhir dalam proses pendidikan mereka, sekaligus menjadi cerminan dari kompetensi yang telah diasah selama menempuh studi di SMK.
Dalam pelaksanaan PSAJ tahun ini, suasana penuh semangat dan antusiasme begitu terasa. Para siswa jurusan DKV tampil percaya diri mempresentasikan beragam proyek kreatif, seperti desain identitas visual, ilustrasi digital, hingga kampanye promosi yang mengusung isu-isu kekinian. Karya-karya tersebut menunjukkan tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap konsep dan komunikasi visual yang efektif.
Sementara itu, siswa jurusan APHP menampilkan produk-produk olahan hasil pertanian yang telah mereka kembangkan secara mandiri. Di antaranya adalah makanan kemasan berbasis pangan lokal, minuman fermentasi, hingga produk-produk inovatif yang dihasilkan melalui proses pengolahan modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Setiap produk yang dipamerkan tak hanya mencerminkan keterampilan pengolahan, tetapi juga manajemen produksi, pengemasan, dan pemasaran.

Wakil Kepala Sekolah SMK Al-Hasani, Zeitun, S.Si, menjelaskan bahwa PSAJ bukan sekadar ujian formal. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan kompetensinya di hadapan penguji dari kalangan profesional.
“Melalui PSAJ ini, kami berharap peserta didik mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki secara nyata. Ini adalah bekal penting sebelum mereka terjun ke dunia kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” ujarnya.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, SMK Al-Hasani melibatkan penguji yang profesional di bidang terkait. Pendekatan ini dilakukan agar proses evaluasi tidak hanya relevan dengan dunia pendidikan, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja saat ini.
Kegiatan PSAJ tahun ini mendapat sambutan positif, baik dari siswa maupun guru pembimbing. Suasana kompetitif yang sehat mendorong siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap jurusan yang mereka pilih.
Lanjutnya, Zeitun, S.Si, SMK Al-Hasani kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang berkomitmen terhadap kualitas dan daya saing lulusan. “Ini upaya sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan teknis, sikap profesional, dan kemampuan berinovasi dinilai sangat relevan dalam menghadapi tantangan global di era industri dan digitalisasi saat ini,” terangnya.
“SMK Al-Hasani berkomitmen untuk terus mengembangkan kurikulum berbasis industri, memperluas kemitraan dengan sektor usaha, serta menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan produktif, ” pungkaanya. (HaDin)














