Jelang Nataru, Polda Kalbar Siapkan 70 Pos Pengamanan Ops Lilin Kapuas 2025

banner 120x600

PONTIANAK — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polda Kalimantan Barat mulai mengencangkan pengamanan. Wakil Kepala Polda Kalbar Brigjen Pol Roma Hutajulu, S.I.K., M.Si., memimpin langsung Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Kapuas 2025, Rabu (17/12), sebagai langkah awal memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama momentum Nataru.

Rapat yang digelar di lingkungan Polda Kalbar itu menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNNP Kalbar Brigjen Pol Totok Lisdiarto S., S.I.K., S.H., M.H., Danpomdam XII/Tanjungpura Kolonel Cpm Sony Yusdarmoko, S.H., M.Si. (Han), serta Asisten I Pemerintah Provinsi Kalbar Y. Anthonius R., S.E., M.Si. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pengamanan Nataru bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi kerja kolektif seluruh unsur terkait.

Rakor lintas sektoral juga diikuti para Pejabat Utama Polda Kalbar, Kasatgas, Kasubsatgas, Kaposko, dan Kaminops Operasi Lilin Kapuas 2025 secara luring. Sementara itu, Kapolres dan pejabat utama Polres jajaran Polda Kalbar mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Brigjen Pol Roma Hutajulu menegaskan bahwa Operasi Lilin Kapuas 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 2.024 personel Polda Kalbar yang diperkuat 1.479 personel dari instansi terkait, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga stakeholder pendukung lainnya.

“Operasi ini harus dijalankan secara serius, terukur, dan humanis. Tujuannya satu, memastikan masyarakat dapat beribadah, berlibur, dan merayakan pergantian tahun dengan rasa aman,” tegas Roma.

Pengamanan difokuskan pada titik-titik yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat, seperti gereja, objek wisata, bandara, pelabuhan, terminal, serta pusat perbelanjaan. Untuk menopang hal tersebut, Polda Kalbar menyiapkan 70 pos pengamanan, terdiri dari 41 pos pengamanan, 19 pos pelayanan, dan 10 pos terpadu, termasuk pos siaga bencana.

Selain ancaman gangguan kamtibmas, rapat juga menyoroti faktor cuaca. Berdasarkan prediksi BMKG dan BPBD, Kalimantan Barat berpotensi dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang selama periode Nataru. Kondisi ini dinilai dapat memicu bencana alam dan gangguan mobilitas masyarakat.

“Seluruh jajaran diminta meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan personel, serta memastikan sarana dan prasarana pendukung siap digunakan kapan saja,” ujar Wakapolda.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menegaskan bahwa Operasi Lilin Kapuas merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Operasi Lilin Kapuas 2025 dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. Kami mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang profesional agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” kata Bayu.

Ia menambahkan, dengan koordinasi yang matang dan kolaborasi lintas sektoral yang solid, Polda Kalbar optimistis pelaksanaan Operasi Lilin Kapuas 2025 akan berjalan optimal.

“Harapannya, perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kalimantan Barat dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” tutup Bayu.

banner 325x300