PONTIANAK – Rapat Kerja Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Barat tahun 2025 resmi digelar dengan penuh antusias. Bertempat di Hotel Alimmoer, 30 November 2025, ajang ini dihadiri oleh 11 KORMI kabupaten/kota dan 35 Inorga se-Kalbar.
Suasana hangat, penuh gagasan segar, menjadi tanda bahwa KORMI Kalbar semakin siap mendorong ekosistem olahraga masyarakat yang lebih sehat, berkelanjutan, dan menuju target besar Indonesia Aktif & Bugar 2045.
Wakil Ketua I KORMI Kalbar sekaligus Ketua Panitia, Danianus Petrus, menyebut momen Rakerprov ini sebagai titik penting dalam merumuskan arah gerak organisasi ke depan. Harapannya sederhana namun kuat: membangun masyarakat yang sehat, bugar, dan gembira.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Umum KORMI Kalbar, Cazanova, M.Pd, mengapresiasi penuh semangat para peserta. Menurutnya, kehadiran seluruh pengurus kabupaten/kota serta 35 Inorga menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat di Kalbar semakin hidup dan berkembang.
“Antusias ini luar biasa, menjadi energi untuk KORMI bergerak lebih besar,” ucapnya.
Acara yang dibuka langsung oleh Cazanova ini menghadirkan narasumber kompeten seperti Hj. Sabnur Murni, SE.MM, Dr. Rustam, M.Pd, dan Sinu Wati, S.Pd. Mereka membahas bagaimana pengembangan olahraga masyarakat dapat berjalan harmonis antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga level komunitas.
Rakerprov 2025 ini tak hanya soal rapat, tapi juga ruang diskusi untuk menyatukan ide, merumuskan kebutuhan, dan menangkap aspirasi KORMI daerah serta Inorga. Harapannya, hasil pertemuan ini melahirkan program nyata yang bisa diterapkan di masing-masing wilayah Kalimantan Barat.
Cazanova menegaskan pentingnya penyelarasan kebijakan dari nasional hingga daerah agar pembudayaan olahraga masyarakat tak hanya menjadi wacana, tapi kegiatan nyata di lapangan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan sinergi dalam pembinaan olahraga masyarakat,” jelasnya.
Dengan berakhirnya Rakerprov, KORMI Kalbar membawa pulang PR besar namun penuh optimisme. Rekomendasi program, pemetaan kebutuhan Inorga, hingga penguatan kemitraan daerah akan menjadi bahan bakar untuk gerakan olahraga yang lebih inklusif dan berkesinambungan.
Karena pada akhirnya olahraga bukan sekadar aktivitas, tapi gaya hidup.
Dan Kalimantan Barat siap melangkah ke arah itu.












