Puluhan Mahasiswa HMI Kalbar Demo di Depan Mapolda, Desak KPK Tuntaskan Kasus Ria Norsan

banner 120x600

PONTIANAK – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Jumat, 3 Oktober 2025.

Dalam aksinya, mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan kasus hukum yang diduga melibatkan Ria Norsan.

Koordinator Lapangan HMI Kalbar, Andre Sarkasih, menilai lambannya penanganan kasus tersebut bisa menimbulkan dampak buruk terhadap stabilitas sosial maupun pembangunan di Kalbar.

“Kalau kasus ini terlalu lama dibiarkan, efeknya cukup berat bagi Kalimantan Barat. Kita khawatir menimbulkan persoalan kepercayaan di masyarakat. Kalau memang Bapak Ria Norsan tidak bersalah, ya bebaskan. Kalau bersalah, jalani proses hukum sesuai aturan,” kata Andre saat ditemui di lokasi aksi.

Menurut Andre, dugaan kasus yang melibatkan Ria Norsan sudah menyeruak sejak 2018, namun hingga kini belum ada kejelasan status hukum. Ia menilai berlarut-larutnya penanganan justru mengganggu fokus pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.

“Kalau ini terus dibiarkan, bisa memengaruhi pembangunan daerah. Jangan sampai kasus pribadi membuat pemerintah tidak fokus pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Aksi damai HMI di Mapolda Kalbar

Selain menuntut kepastian hukum, massa HMI juga mempertanyakan evaluasi kepolisian dalam penanganan aksi mahasiswa sebelumnya di Kota Pontianak. Mereka menyinggung adanya mahasiswa yang menjadi korban luka saat unjuk rasa.

“Dari data yang kita himpun, ada sekitar tiga mahasiswa yang terluka, satu di antaranya cukup parah. Tapi sampai sekarang belum ada penjelasan atau komunikasi jelas dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus itu,” ungkap Andre.

Mahasiswa mendesak Polda Kalbar agar lebih terbuka mengenai hasil evaluasi dan bertanggung jawab atas insiden yang melibatkan mahasiswa maupun warga sipil.

Pantauan di lapangan, aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian di sekitar Mapolda Kalbar. Massa aksi membawa spanduk berisi tuntutan dan bergantian menyampaikan orasi.

Aksi damai tersebut berakhir sekitar pukul 16.30 WIB. Usai diterima oleh perwakilan Polda Kalbar, mahasiswa membubarkan diri secara tertib.

 

banner 325x300