SMK Al-Hasani Gelar IHT Tingkatkan Kompetensi Guru SMK Berbasis Proyek dan Dunia Kerja

banner 120x600

KUBU RAYA, 30 Agustus 2025 – SMK Al-Hasani sukses menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertema “Peningkatan Kompetensi Guru SMK dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek dan Dunia Kerja”. Acara yang berlangsung di Aula SMK Al-Hasani ini diikuti oleh seluruh guru SMK Al-Hasani serta perwakilan dari SMKS Khaliliyah dan SMKS Abdussyakur Nurhalim.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Al-Hasani, Mukrin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para pemateri yang bersedia hadir meski lokasi sekolah berada di pelosok desa. Ia menegaskan bahwa kesempatan tersebut menjadi motivasi bagi para guru untuk terus bersemangat meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Bagi kami, kesempatan seperti ini sangat berharga. Terima kasih kepada narasumber dari Disdikbud Kalbar yang sudah berkenan hadir dan membagikan ilmunya, serta kepada rekan-rekan guru yang berkomitmen mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Semoga IHT ini benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah kita,” ujar Mukrin.

Penguatan Pendidikan Vokasi dan Link and Match

Sesi pertama diisi oleh Rusli, S.T., M.Pd., Pengawas Pembina SMK Disdikbud Provinsi Kalbar. Ia memaparkan pentingnya penguatan pendidikan vokasi melalui penyelarasan kurikulum, penerapan konsep Link and Match dengan dunia usaha dan industri, hingga pengelolaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai mata pelajaran wajib yang harus dirancang secara sistematis.

Rusli menegaskan bahwa SMK tidak boleh hanya menekankan teori, melainkan harus mampu mencetak lulusan yang siap kerja.

“Guru SMK harus menjadi fasilitator yang mampu menjembatani siswa dengan kebutuhan industri. Kurikulum yang kita ajarkan harus adaptif, dan PKL bukan sekadar formalitas, melainkan pembelajaran nyata di dunia kerja,” tegasnya.

Tracer Study sebagai Instrumen Evaluasi

Materi berikutnya disampaikan oleh Esty Haryani, S.T., M.A., Ph.D., yang menyoroti pentingnya Tracer Study dalam pendidikan kejuruan. Ia menjelaskan bahwa Tracer Study berperan penting untuk memetakan sejauh mana lulusan SMK terserap di dunia kerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha.

“Data dari Tracer Study sangat berguna sebagai bahan evaluasi sekolah. Melalui ini, sekolah dapat melakukan penyesuaian program agar lulusan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri maupun masyarakat,” jelas Esty.

Momentum Penguatan SMK di Daerah

Kegiatan IHT ini menjadi momentum penting bagi SMK Al-Hasani dan sekolah mitra untuk terus berbenah menghadapi tantangan pendidikan vokasi. Meski berada di wilayah pedesaan, para guru menunjukkan komitmen kuat meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis proyek dan dunia kerja.

Dengan terselenggaranya IHT ini, diharapkan guru-guru mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam kelas. Tujuannya, mencetak lulusan SMK yang lebih kompeten, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja maupun kewirausahaan.

banner 325x300