Pontianak, 14 Agustus 2025 —
Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pemenuhan readiness criteria pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Proyek strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus kualitas air baku PDAM Tirta Khatulistiwa.
Saat ini, Pemkot Pontianak telah memperpanjang perjanjian kerja sama dengan Pelindo terkait akses jalan di area Nipah Kuning, serta mengupayakan penyelesaian pembebasan lahan di Martapura — dua lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) nantinya.
Plh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Pontianak, Syamsul Akbar, saat membacakan sambutan Wali Kota Pontianak pada kegiatan Review Mission Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) ADB Loan 4434-INO di Aula BAPPERIDA, Kamis, 14 Agusrus 2025, mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi.
“Dimintakan seluruh perangkat daerah saling bersinergi agar Agreed Action Plan terlaksana sesuai jadwal yang telah disepakati,” ujarnya.
Proyek SPALD-T ini menargetkan 100% akses sanitasi aman di Kota Pontianak, dengan cakupan layanan 35% populasi melalui sistem terpusat, sementara 65% sisanya menggunakan sistem pengelolaan air limbah setempat.
Syamsul berharap proyek ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Semoga program ini dapat memenuhi sarana, prasarana, dan utilitas umum khususnya di bidang pengelolaan air limbah,” tambahnya.

Kasubdit Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur (SSPI) Cipta Karya, Meytri Wilda Ayuantari, menjelaskan bahwa review mission kali ini fokus pada tindak lanjut action plan yang telah disepakati sejak Juni lalu. Ia berharap pemenuhan readiness criteria dapat segera rampung agar perencanaan konstruksi bisa berjalan sesuai target.
“Harapan kami, proses ini selesai tepat waktu. Dari balai juga sudah siap untuk melakukan perencanaan,” jelas Meytri.
Meytri mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemkot Pontianak, termasuk upaya mendorong penggunaan lahan Pelindo menjadi hibah sehingga tidak perlu perpanjangan perjanjian tiap tahun. Ia juga mengungkapkan bahwa lelang paket fisik CISP Pontianak sudah berjalan, dan diharapkan mobilisasi penyedia jasa bisa dimulai akhir tahun ini.
Meski begitu, ia menegaskan masih ada waktu hingga Desember untuk menyelesaikan persiapan. Hingga November, berbagai langkah mitigasi akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hambatan di lapangan.
Pihaknya juga telah menggelar kampanye publik bulan lalu, namun dinilai masih perlu penambahan materi muatan lokal sesuai karakteristik Kota Pontianak, termasuk penyesuaian teknis pembangunan.
“Harapan kami, paling tidak kita bisa mengidentifikasi dan menyepakati kembali hal-hal yang perlu menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.














