LINTAS PONTIANAK – Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Cafe Giat di Jalan Purnama 2, Pontianak Selatan, Minggu 13 Juli 2025. Di tempat yang sederhana namun sarat makna itu, Majelis Taklim Miftahul Jannah merayakan usia ke-7 dengan penuh suka cita.
Bukan sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi momen refleksi dan rasa syukur atas perjalanan spiritual yang telah ditempuh. Doa bersama dan zikir manakib menggema khusyuk, disusul pemotongan tumpeng sebagai simbol keberkahan dan harapan panjang umur bagi majelis ini.
Acara yang berlangsung sejak pagi ini terasa lebih istimewa karena kehadiran berbagai kalangan. Mulai dari anggota majelis, keluarga besar, hingga tokoh masyarakat, semuanya larut dalam nuansa kebersamaan yang kental.

Hadir pula tokoh penting, Dr. Herman Hofi Munawar, Penasehat Hukum Majelis, yang menyampaikan sambutan penuh hikmah. Dalam orasinya yang mengalir tenang namun mengena, beliau menekankan pentingnya membumikan akhlak sebagai inti dari ajaran Islam.
“Inti dari Islam itu adalah akhlak. Perilaku. Jangan pernah tinggalkan itu. Apalagi generasi muda hari ini, perlu dibimbing dengan kasih sayang dan teladan,” ucap Dr. Herman dengan penuh penekanan.
Sementara itu, Irkham Yuswanti selaku Ketua Majelis Taklim Miftahul Jannah turut menyampaikan rasa bangga dan haru atas perjalanan komunitas ini yang dimulai dari semangat sederhana hingga menjadi ruang penguatan iman yang kokoh.
“Kebersamaan kita ini bukan hanya tentang rutinitas, tapi energi spiritual yang saling menguatkan. Semoga kekompakan ini terus terjaga,” ungkapnya dalam sambutan hangat.
Tak kalah menggugah, Hj. Nining Yuningsih selaku Pembimbing Majelis menyampaikan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa hadir di majelis taklim bukan sekadar formalitas, tapi soal membuka hati untuk belajar dan saling membimbing menuju kebaikan.

“Bukan soal berapa lama kita hadir, tapi sejauh mana hati kita dibuka untuk belajar dan saling menuntun,” ucap Hj. Nining, yang disambut anggukan penuh makna dari para hadirin.
Acara semakin semarak dengan kehadiran para mamah, papah, dan “AA” yang menambah warna kekeluargaan. Tawa riang pecah saat sesi pembagian doorprize berlangsung menjadi momen seru yang mengikat kenangan kebersamaan.
Di tengah kesederhanaan dan nuansa santai, makna besar terselip dalam setiap rangkaian kegiatan. Majelis Taklim Miftahul Jannah tidak hanya menjadi wadah pengajian, tapi juga komunitas spiritual yang menumbuhkan harapan dan saling menguatkan antaranggota.
Di usia ke-7 ini, Majelis Taklim Miftahul Jannah membuktikan bahwa perjalanan rohani bukan soal seberapa cepat, tapi seberapa ikhlas kita berjalan bersama.
Selamat Milad ke-7, Majelis Taklim Miftahul Jannah. Teruslah menjadi cahaya bagi sekitar, dan semoga langkah-langkah kebaikan ini selalu dalam lindungan dan berkah-Nya.












