LINTASPONTIANAK – Jagat maya lagi-lagi dihebohkan dengan kabar mengejutkan dari dunia medis. Kali ini, seorang dokter residen atau PPDS Anestesi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Priguna Anugerah Pratama, jadi sorotan setelah diduga melakukan aksi bejat terhadap pendamping pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Ceritanya, korban yang ternyata adalah anak dari pasien, awalnya diminta mengikuti prosedur medis oleh dokter tersebut. Tapi yang terjadi kemudian sungguh di luar nalar, korban diduga diberi obat bius sampai nggak sadarkan diri.
Begitu sadar, korban mengaku merasakan sakit di area sensitifnya. Curiga ada yang nggak beres, korban langsung minta visum. Dan hasilnya? Mengejutkan. Ditemukan air mani di tubuh korban dan juga di lokasi tempat “prosedur” itu dilakukan. Waduh!
Nama Priguna pun langsung muncul sebagai sosok yang diduga jadi pelaku. Netizen nggak tinggal diam, informasi tentang asal-usul Priguna langsung dibongkar habis-habisan.
Dari data yang beredar, pria ini lahir di Pontianak pada 14 Juli 1994 dan sekarang berusia 30 tahun. Ia sempat kuliah kedokteran di Universitas Kristen Maranatha dan lanjut jadi PPDS Anestesi di Unpad.
Pasca kasus ini mencuat, media sosial langsung penuh dengan unggahan soal Priguna. Salah satu akun X (dulu Twitter) bernama @verodeelowy jadi viral gara-gara membagikan potret dan data pribadi sang dokter.
Gerak cepat, Unpad langsung mencabut status Priguna sebagai peserta PPDS. Nggak cuma itu, Kementerian Kesehatan juga tegas, Priguna dilarang selamanya untuk melanjutkan pendidikan spesialis di RSHS.














