Kinerja Bank Kalbar Melesat, Penyaluran KUR Capai Rp 35 Miliar

banner 120x600

PONTIANAK – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Kalimantan Barat atau Bank Kalbar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 35 miliar. Dana tersebut diberikan kepada 429 debitur yang mengikuti akad kredit massal secara serentak di seluruh Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Kalbar di wilayah Kalimantan Barat, kecuali cabang Jakarta.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyatakan bahwa akad kredit serentak ini merupakan bagian dari upaya bank untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku UMKM. “Sebanyak 429 calon debitur Bank Kalbar, Alhamdulillah sekarang sudah menjadi debitur KUR. Akad kreditnya sengaja kita lakukan serentak di seluruh wilayah Kalbar dengan total dana sekitar Rp 35 miliar lebih,” ujar Rokidi.

Dalam acara akad kredit massal yang turut disaksikannya, Rokidi juga menyampaikan bahwa debitur yang masih membutuhkan tambahan modal usaha dapat mengajukan kembali pinjaman agar bisnis mereka dapat terus berkembang dan naik kelas.

“Akad KUR massal ini adalah langkah nyata Bank Kalbar dalam meningkatkan pelayanan, khususnya dalam skema penyaluran kredit kepada UMKM. Kami terus berusaha membantu pelaku usaha kecil dengan memberikan pelayanan terbaik, termasuk mempercepat proses pencairan kredit,” tambahnya.

Pada tahun 2025, Bank Kalbar menargetkan ekspansi kredit bagi UMKM hingga Rp 1 triliun, meskipun kuota yang diberikan oleh pemerintah hanya Rp 700 miliar. Rokidi mengungkapkan bahwa target tersebut merupakan bagian dari arahan Menteri Keuangan untuk lebih masif dalam menyalurkan kredit kepada UMKM.

“Dengan semakin banyaknya modal usaha yang dikucurkan, kami berharap pelaku usaha kecil bisa lebih memaksimalkan bisnisnya, naik kelas, bahkan mampu menembus pasar ekspor,” jelasnya.

Sebagai bank daerah dengan fokus utama pada segmen UMKM, Bank Kalbar juga aktif dalam berbagai program pendampingan, mulai dari pengemasan produk, pemasaran melalui berbagai event, hingga mendorong UMKM agar bisa berkembang dari usaha kecil menjadi usaha menengah.

Selain fokus pada penyaluran KUR, Bank Kalbar juga menunjukkan kinerja keuangan yang terus bertumbuh. Berbagai riset, termasuk yang dilakukan oleh Infobank, menunjukkan bahwa pertumbuhan Bank Kalbar lebih cepat dibandingkan perbankan lain di Kalimantan Barat.

Bank Kalbar mencatat penyaluran kredit ke sektor UMKM sebesar 39,11 persen, lebih tinggi dari portofolio yang ditetapkan pemerintah. Meskipun penyaluran kredit meningkat, rasio kredit macet (NPL) tetap terjaga di bawah rata-rata nasional, menandakan pengelolaan risiko yang baik.

Di tahun 2024, Bank Kalbar berhasil membukukan kenaikan signifikan dalam laba, kredit, dana pihak ketiga (DPK), dan total aset. Rasio-rasio keuangan seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan NPL juga berada dalam kondisi sehat di atas rata-rata industri perbankan nasional.

Sebagai bank yang mengusung slogan Bank Kite Punye Kite, Bank Kalbar terus berkomitmen untuk menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama melalui dukungan terhadap UMKM sebagai fondasi utama perekonomian Indonesia.

banner 325x300