Tugas Opini: Veronica, S.Pd. (241840101054)
Dosen Pengampu: Dr. K. Muhammad Husni, M.Pd.I
PONTIANAK. Pernahkah kita membayangkan seorang santri pesantren yang mahir berbahasa asing, menguasai teknologi terkini, dan siap bersaing di kancah internasional?
Bila kita melihat dari kacamata salafnya, maka hal ini mungkin terasa asing bagi sebagian orang. Namun di era globalisasi yang semakin berkembang, pesantren juga dituntut untuk melakukan inovasi dalam mempersiapkan santrinya menghadapi tantangan dunia global.
Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi Muslim yang berkualitas. Selain ilmu agama mereka juga dituntut memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia global.
Pesantren Mansyaul Ulum yang tidak hanya menekuni kesalafiyahannya, namun juga disiapkan untuk bagaimana kelak ketika sudah mandiri di dunia luar.
Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum kunci utama dalam mempersiapkan santri untuk dunia global. Pesantren perlu mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu umum secara seimbang. Contohnya di Pesantren Mansyaul Ulum, santri wustho dan Ulya diterapkan kursus bahasa asing (Bahasa Mandarin, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) sebagai bekal santri bila terjun ke tingkat nasional atau internasional di bidang kerja maupun lainnya. Selain itu kursus menjahit, komputer, silat juga diterapkan di pesantren tersebut.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)
Hadits ini menunjukkan bahwa mencari ilmu adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, pesantren harus terus mengembangkan kurikulumnya agar santri dapat menguasai berbagai bidang ilmu yang bermanfaat.
Penguasaan Teknologi
Penguasaan teknologi menjadi keharusan di era digital. Contohnya, seorang santri yang tidak asing dalam penggunaan komputer dan internet akan tertinggal dalam persaingan dunia modern baik dalam pekerjaan atau lainnya.

Pesantren Mansyaul Ulum disini menyediakan fasilitas laboratorium komputer dan akses internet yang memadai. Serta Guru kursusnya merupakan lulusan kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan sehingga mumpuni bila membentuk santri dalam keterampilan digital seperti penggunaan software perkantoran, desain grafis, atau bahkan pemrograman dasar dapat diberikan kepada santri.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman no. 7313)
Hadits ini mengajarkan kita untuk terus berkembang dan meningkatkan diri. Dalam konteks teknologi, santri harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka agar tidak tertinggal.
Membentuk Karakter Unggul
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini mengajarkan kita bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Pembentukan karakter yang kuat akan membantu santri menghadapi berbagai tantangan di dunia global.
Seorang santri yang memiliki kecerdasan tinggi namun tidak memiliki integritas akan sulit dipercaya. Sebab adab berada tinggi di atas ilmu. Sehingga membentuk karakter merupakan kunci utama serta identitas bagi santri itu sendiri. Yakni menjadi santri yang bertaqwa dan berintelektual.
Kesimpulannya, mempersiapkan santri untuk dunia global membutuhkan pendekatan komprehensif. Mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan keterampilan bahasa dan teknologi, serta yang utama ialah pembentukan karakter, Dengan persiapan yang matang, santri pesantren dapat menjadi profesional Muslim yang unggul dan berdaya saing global.
Mari kita dukung pesantren dalam melakukan inovasi dan transformasi. Dengan memadukan nilai-nilai Islam dan keterampilan modern, pesantren dapat melahirkan generasi Muslim yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri.














