Secercah Harapan Dari Tangan Para Srikandi Kegiatan- kegiatan Para Ibu Majelis Taklim Serta Perannya Dalam Keluarga di Desa Seruat Tiga Kecamatan Kubu, Kab. Kubu Raya

banner 120x600

Tugas opini : M. Thohir A (NIM: 241840101004)

Dosen Pengampu : Dr. KH. MUHAMMAD HUSNI, M. Pd

PONTIANAK – Setelah dalam beberapa dekade saya menggeluti dan sesekali menjadi narasumber dalam sebuah kegiatan majlis taklim Az-Zahra, maka terbesit dalm benak saya terkait beberapa pengertian dari pada perkumpulan tersebut. Diantaranya Majelis Taklim adalah suatu kelompok atau forum yang dibentuk untuk kegiatan pengajian atau pembelajaran agama Islam di tengah masyarakat.

Majelis ini biasanya bersifat nonformal dan terbuka bagi siapa saja yang ingin memperdalam ilmu agama, baik laki-laki maupun perempuan, dari berbagai usia dan latar belakang. Akan tetapi umunya sekarang majelis taklim lebih identik dengan ibu- ibu. Majelis taklim dapat diadakan di masjid, mushola, rumah, atau tempat lain yang memungkinkan.

Forum ini berperan penting dalam meningkatkan pemahaman agama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) antara ibu- ibu majelis taklim, keluarganya dan orang- orang disekitarnya diharapkan dapat dan mampu memberikan nilai positif bagi para jamaah majelis taklim khususnya umunya untuk Masyarakat sekitar.

Uniknya di tempat saya tinggal, tepatnya di Jl. Parit Pamekasan, Dusun Harapan Baru Rt/rw. 004/002. Desa Seruat Tiga. Kecamatan Kubu, Kab. Kubu Raya ibu- ibu majelis taklim lebih menggunakan rumah kerumah warga, ditanya pada waktu itu salah satu anggota majelis taklim disana Bernama ibu Sumkiyah, beliau mengungkapkan diadaknnya kegiatan ini dari rumah kerumah agar menjadikan silaturahmi adalah hal yang paling utama mengingat rumah disana dalam keadaan posisi bangunannya yang jarang- jarang sehingga timbullah inisiatif para ibu ibu jamaah tersebut melaksanakan kegiatan rutinan dari rumah kerumah. Bahkan dalam beberapa tahun ini majlis taklim ini sudah mendapat pengakuan dari pemerintah daearh setempat, tidak sedikit dari pemerintah daerah yang selalu mensuport ibu-ibu majlis taklim untuk semngat dan istiqamah didalm mengikutinya, bahkan pula pemerintah seringkali membantu dari segi pendanaan agar kegiatan majlis taklim ini semakin berkembang dan dapat diterima oleh kalangan masyrakat pada umumnya.

Majelis taklim yang baik untuk ibu-ibu seharusnya berisi materi yang bermanfaat, baik untuk meningkatkan pemahaman agama maupun untuk mendukung peran mereka dalam keluarga dan masyarakat. Berikut adalah beberapa topik yang sebaiknya ada dalam majelis taklim ibu-ibu:

Namun tidak sedikit dari ibu-ibu majlis taklim yang kadang-kadang tidak serius mengikutinya, kadangkala saat kegiatan berlangsung ada yang berbicara, main HP dan sebagainya. Sehingga terkadang kegiatan tersebut kurang khidmat dan tidak bermanfaat. Padahal tema-tema yang disajikan sangatlah bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya.

Isi dari kegiatan majelis taklim pada umunya

1. Ilmu Agama

Tafsir Al-Qur’an dan Hadis Pemahaman tentang ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah.

Fiqih Ibadah Tata cara sholat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lainnya sesuai syariat.

Akidah dan Tauhid Memperkuat keyakinan kepada Allah dan memahami rukun iman dengan benar.

Akhlak dan Tasawuf Pembelajaran tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

2. Peran Ibu dalam Keluarga

Pendidikan Anak dalam Islam Bagaimana mendidik anak dengan nilai-nilai Islam sejak dini.

Menjadi Istri dan Ibu yang Baik Nasihat dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Manajemen Waktu dan Keuangan Keluarga Cara mengatur waktu antara ibadah, keluarga, dan aktivitas lain.

3. Kesehatan dan Kesejahteraan

Pola Hidup Sehat dalam Islam Menjaga kesehatan tubuh dan mental sesuai ajaran Islam.

Makanan Halal dan Thayyib Memilih makanan yang sehat dan sesuai syariat.

Manajemen Emosi dan Stres Mengelola emosi agar tetap sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan.

4. Peningkatan Keterampilan

Belajar Keterampilan Baru Misalnya memasak, menjahit, atau kewirausahaan untuk mendukung ekonomi keluarga.

Dakwah dan Komunikasi Cara berdakwah dengan hikmah dan membangun hubungan baik dengan masyarakat.

Majelis taklim yang baik juga sebaiknya disampaikan dengan metode yang menarik, seperti diskusi interaktif, tanya jawab, atau praktik langsung. Dengan demikian, ibu-ibu dapat lebih memahami dan menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Namun ada hal Unik di tempat saya tinggal, tepatnya di Jl. Parit Pamekasan, Dusun Harapan Baru Rt/rw. 004/002. Desa Seruat Tiga. Kecamatan Kubu, Kab. Kubu Raya diantaranya hal yang diajarkan pada ibu- ibu tersebut diantaranya adalah Hal- hal yang membuat mereka dekat akan suami dan lebih cita akan keluarga, sehingga nilai positif kedua didapatkan dari kegiatan majelis taklim tersebut.

Peran Ibu yang Aktif dalam Majelis Taklim untuk Keluarga

Ibu yang aktif dalam majelis taklim memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang islami dan harmonis. Berikut adalah beberapa peran yang bisa dijalankan:

1. Sebagai Pendidik dalam Keluarga

Dalam kehidupan keluarga, ibu memiliki peran yang sangat penting sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya. Sejak lahir, anak-anak belajar banyak hal dari ibu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendidikan yang diberikan ibu tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga pendidikan moral, agama, dan sosial yang akan membentuk karakter anak di masa depan. Adapun yang dapat dilakukan seorang ibu ialah:

Membagikan ilmu agama kepada anak-anak dan suami.

Mengajarkan akhlak yang baik berdasarkan ajaran Islam.

Membimbing anak dalam membaca Al-Qur’an dan beribadah dengan benar.

2. Sebagai Teladan dalam Beribadah

Dalam kehidupan keluarga, ibu memiliki peran yang sangat penting sebagai teladan dalam beribadah. Sejak dini, anak-anak akan meniru apa yang mereka lihat dari orang tua, terutama ibu yang sering berada di dekat mereka. Oleh karena itu, ibu harus memberikan contoh yang baik dalam menjalankan ibadah agar anak-anak tumbuh dengan kesadaran spiritual yang kuat. Adapun yang dapat dilakukan seorang ibu ialah:

Menjadi contoh dalam menjalankan ibadah wajib dan sunnah.

Mendorong anggota keluarga untuk selalu shalat berjamaah dan berdoa.

Menunjukkan sikap sabar, ikhlas, dan penuh kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

3. Sebagai Penguat Keimanan Keluarga

Ibu memegang peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual dalam keluarga. Sebagai pengasuh pertama dan utama, ibu berperan dalam mendidik anak-anaknya tentang agama, mengajarkan nilai-nilai kebaikan, serta memberikan teladan yang akan membentuk keimanan mereka sepanjang hidup. Dalam perspektif agama Islam, misalnya, ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam mendidik anak-anaknya, karena dari rahim ibu lah generasi penerus kehidupan tumbuh dan berkembang. Adapun yang dapat dilakukan seorang ibu ialah:

Mengingatkan keluarga untuk selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi ujian hidup.

Mengajarkan nilai-nilai tauhid dan kecintaan kepada Allah serta Rasul-Nya.

Membiasakan dzikir dan doa dalam kehidupan sehari-hari.

4. Sebagai Pengelola Rumah Tangga Islami

Dalam keluarga Islam, peran ibu tidak hanya terbatas pada mengasuh anak dan memenuhi kebutuhan fisik keluarga, tetapi juga sangat penting dalam mengelola rumah tangga secara Islami. Sebagai ibu, perannya sangat besar dalam menciptakan lingkungan rumah yang penuh kasih sayang, harmoni, serta kedamaian, yang mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan baik baik dari segi fisik, mental, maupun spiritual. Pengelolaan rumah tangga yang Islami tidak hanya menyangkut urusan administrasi rumah tangga, tetapi juga aspek kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai agama Islam dalam keseharian. Adapun yang dapat dilakukan seorang ibu ialah:

Menerapkan prinsip halal dan thayyib dalam memilih makanan dan rezeki keluarga.

Membangun komunikasi yang baik dengan suami dan anak-anak sesuai ajaran Islam.

Mengatur keuangan keluarga dengan bijak berdasarkan nilai-nilai Islam.

5. Sebagai Sosok Inspiratif bagi Masyarakat

Ibu adalah sosok yang penuh dengan kekuatan dan keteladanan. Tidak hanya di dalam keluarga, namun ibu juga memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. Sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, ibu mengajarkan nilai-nilai moral, agama, dan kehidupan yang sangat penting, baik untuk pembentukan individu maupun untuk keberlangsungan masyarakat. Peran ibu yang penuh kasih sayang dan dedikasi tidak hanya terbatas di rumah, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Adapun yang dapat dilakukan seorang ibu ialah:

Menjadi penggerak kebaikan di lingkungan sekitar.

Mengajak tetangga atau saudara untuk ikut serta dalam majelis taklim.

Membantu sesama dengan berbagi ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari majelis taklim.

Dengan menjalankan peran ini, ibu tidak hanya memperbaiki dirinya sendiri, tetapi juga membangun keluarga yang kokoh dalam keimanan, serta menjadi agen perubahan yang baik di masyarakat. Melalui pendidikan, keteladanan, penggerakan perubahan sosial, serta peran mereka dalam membangun keluarga yang harmonis dan beradab, ibu menjadi sumber inspirasi yang tidak terbatas. Keberanian, ketekunan, dan kasih sayang yang dimiliki ibu menginspirasi orang-orang di sekitar mereka untuk menjadi lebih baik, lebih peduli terhadap sesama, dan berusaha memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Ibu adalah pahlawan sejati yang memiliki dampak luar biasa dalam kehidupan kita. Dan majelis taklim memberikan peran yang sangat positif bagi ibu- ibu dedsa kami khususnya tepatnya di Jl. Parit Pamekasan, Dusun Harapan Baru Rt/rw. 004/002. Desa Seruat Tiga. Kecamatan Kubu, Kab. Kubu Raya dan umumnya bagi ibu- ibu yang ada diseluruh Indonesia.

banner 325x300