Pontianak, 18 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Dakwah Cabang Pontianak secara resmi melaksanakan Pelantikan Pengurus Baru Periode 2025–2026, Sabtu (18/10), bertempat di Aula Rumah DPRD Kota Pontianak.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi dan penerusan estafet kepemimpinan di tubuh HMI Komisariat Dakwah yang selama ini aktif membina kader-kader muda Islam di lingkungan kampus IAIN Pontianak.
Acara pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh seluruh kader HMI Komisariat Dakwah Cabang Pontianak, serta sejumlah tamu undangan dari organisasi kemahasiswaan intra dan ekstra kampus. Turut hadir pula Ketua PMII se-IAIN Pontianak, serta perwakilan kader dari IMM Komisariat IAIN Pontianak sebagai wujud sinergi dan semangat kolaborasi antar organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Selain kader aktif, acara juga dihadiri oleh para alumni HMI Komisariat Dakwah, di antaranya Kanda Romdon, S.Sos, Kanda Mursam, Yunda Fadilah, S.Sos, dan Kanda Andre Sarkasi, serta demisioner ketua umum terdahulu yang memberikan wejangan dan refleksi pengalaman kepada pengurus baru. Kehadiran para alumni ini menambah suasana hangat dan penuh semangat kekeluargaan, sekaligus menjadi simbol kesinambungan antara generasi lama dan baru dalam tubuh HMI.
Dalam sambutannya, Fadill Selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses persiapan pelantikan telah dilakukan dengan serius sejak awal Oktober.
“Panitia mulai bergerak sejak 1 Oktober dan telah melakukan dua kali rapat koordinasi untuk mematangkan pelaksanaan kegiatan ini. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan semangat seluruh panitia, acara pelantikan hari ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Fadill dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Fadil juga menyampaikan harapan agar kepengurusan baru HMI Komisariat Dakwah mampu membawa semangat baru dalam memperkuat eksistensi HMI di ranah akademik dan sosial keumatan.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih HMI Komisariat Dakwah, Salam, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menahkodai kepengurusan periode 2025–2026.
“Terima kasih atas amanah yang telah diberikan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan HMI Komisariat Dakwah. Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Umum Kohati Putri Kurnia Sari, semoga dalam periode ini kita dapat berjalan lebih baik, lebih solid, dan mampu menghidupkan kembali semangat perjuangan kader HMI di lingkungan kampus,” ucap Salam disambut tepuk tangan hadirin.
Salam menambahkan bahwa ke depan, kepengurusan baru akan lebih menitikberatkan pada penguatan kaderisasi berbasis nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kepemimpinan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarsektor agar HMI mampu berkontribusi nyata terhadap umat dan bangsa.
Adapun dalam sambutannya, Demisioner Ketua Umum HMI Komisariat Dakwah menyampaikan pesan penting bahwa pengurus baru diharapkan mampu menjawab tantangan organisasi seiring perubahan fakultas yang ada di IAIN Pontianak.
“Pengurus sekarang memiliki satu PR utama, yakni melakukan pemekaran komisariat sesuai dengan fakultas yang ada. Jika sebelumnya HMI Komisariat Dakwah berpusat di FUAD, kini perlu dilakukan pemekaran ke Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA) serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI). Hal ini penting untuk memperluas jangkauan dan memperkuat basis kaderisasi di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kanda Romdon, S.Sos, dalam sambutannya juga memberikan motivasi mendalam kepada para kader agar tetap kritis dan aktif dalam dinamika sosial serta pembangunan bangsa.
“Kader HMI harus menjadi insan yang kritis dan berani mengambil peran dalam pembangunan bangsa dan negara. Seorang kader harus memiliki mimpi untuk menjadi pemimpin, karena dari mimpi itulah lahir arah perjuangan. Jangan pernah berhenti belajar dan berproses,” ujarnya.
Lebih lanjut, Romdon menekankan dua hal penting yang perlu dijaga oleh setiap kader HMI:
1. Komitmen terhadap pedoman-pedoman keorganisasian HMI, agar perjuangan tetap berlandaskan nilai dasar perjuangan yang kokoh.
2. Terus meningkatkan kolaborasi yang baik agar terwujudnya insan akademis yang berperan terhadap nilai-nilai keislaman serta bangsa.
Acara pelantikan kemudian diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto antara seluruh pengurus baru, para alumni, dan tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan harapan baru. Suasana hangat terasa ketika seluruh kader bersatu menyanyikan lagu Mars HMI dengan penuh semangat.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi Panel bertajuk “Sinergi Tiga Pilar Pembangunan: Memperkuat Kolaborasi Politik, Kewirausahaan, dan Gerakan Pemuda.” Sesi ini menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi, aktivis muda, dan alumni HMI yang membahas pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa melalui sinergi antara tiga pilar utama tersebut.
Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi kader HMI untuk terus mengembangkan potensi diri serta memperluas cakrawala berpikir, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat.
Diharapkan, melalui kepemimpinan baru di bawah komando Salam, HMI Komisariat Dakwah dapat terus menjadi wadah pembinaan kader yang berintegritas, berilmu, dan berdaya juang tinggi, demi mewujudkan cita-cita perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam: Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernapaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.














