Pontianak, 1 Oktober 2025 – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak agar semakin peka, peduli, serta mengedepankan empati dalam menjalankan tugas. Pesan tersebut ia sampaikan saat memimpin apel peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Wali Kota, Rabu, 1 September 2025.
Edi menilai pelayanan publik, khususnya di bidang perizinan, administrasi kependudukan, hingga investasi, masih belum berjalan optimal. Menurutnya, kondisi ini harus segera dibenahi agar tidak memperberat beban pemerintah daerah.
“Kota Pontianak memiliki potensi sekaligus tantangan. Tuntutan masyarakat atas keadilan, pelayanan, dan peluang masih dianggap belum maksimal. Ini harus kita jawab dengan kerja nyata,” tegasnya.
Pelayanan Publik Jadi Sorotan
Edi menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa citra pemerintah kota sangat ditentukan oleh kepuasan masyarakat terhadap layanan aparatur.
“Kalau satu saja pelayanan publik dinilai buruk, maka citra pemerintah kota juga ikut dipandang buruk,” ujarnya.
Selain fokus pada urusan teknis, wali kota juga meminta ASN lebih peduli dengan kondisi sosial masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, aparatur tidak boleh bersikap acuh dan hanya terpaku pada tugas pokok dinas masing-masing.
“Semua aparatur adalah bagian dari keluarga besar Pemkot Pontianak. Maka tugas kita tidak bisa hanya dilihat dari sekat dinas,” kata Edi.
Dorong ASN Kuasai Regulasi dan Teknologi
Wali kota juga menekankan pentingnya pemahaman regulasi yang menjadi dasar kerja, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, hingga petunjuk teknis terkait disiplin pegawai. Ia mengajak ASN untuk aktif belajar, baik secara mandiri maupun melalui teknologi digital.
“Tidak mesti menunggu bimbingan teknis. Kita bisa belajar mandiri lewat Google, media sosial, atau AI. Yang penting, mau meluangkan waktu untuk belajar agar bisa memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Hadapi Tantangan Fiskal
Selain persoalan pelayanan publik, Edi turut menyoroti tantangan fiskal daerah. Ia mengungkapkan pemerintah pusat akan mengurangi dana transfer ke Kota Pontianak pada 2026 sekitar Rp223 miliar. Kondisi ini, menurutnya, menuntut Pemkot melakukan penyesuaian anggaran dan refocusing program prioritas.
“Tahun 2025 ini kita masih harus menyelesaikan program yang direncanakan 2024, termasuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 1 tentang penghematan anggaran. Harapannya, seluruh program bisa selesai tepat waktu agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Komitmen Bangun Pontianak Maju
Di akhir amanatnya, Edi kembali menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota untuk membangun Pontianak lebih maju, menyejahterakan masyarakat, serta meningkatkan kebahagiaan warga kota.
“Selamat bekerja, semoga Allah selalu memberi kita rahmat dan hidayah,” pungkasnya.
(Kominfo/Prokopim)














