Dorong Literasi Digital, Dosen UPGRI Latih Siswa SMP Tunas Bhakti Produksi Konten Edukatif

banner 120x600

PONTIANAK – Di tengah gencarnya perkembangan teknologi, kemampuan membuat konten digital kini bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Hal inilah yang mendorong tim Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fitri Wulansari, M.Pd, Eti Ramaniyar, M.Pd, Melia, M.Pd, dan Wiendi Wiranty, M.Pd untuk hadir langsung ke SMP Tunas Bhakti Pontianak dan memberikan pelatihan produksi konten digital kreatif kepada para siswa.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Tebu, Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat ini dipilih bukan tanpa alasan. Berdasarkan observasi awal, para siswa dinilai memiliki potensi besar dalam literasi digital. Mereka sudah akrab dengan gadget dan internet, tetapi belum benar-benar diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Tantangan inilah yang kemudian ingin dijawab melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

“Di era digital saat ini, siswa tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga harus mampu menciptakan konten yang memiliki nilai edukasi. Ini adalah fondasi penting dalam literasi digital,” ujar salah satu anggota tim

Pelatihan yang Praktis dan Mudah Diikuti

Dalam pelatihan ini, siswa diajak memahami bagaimana menjadi creator digital, bukan sekadar penonton. Mereka diberi bekal teknis mulai dari:

Membuat konten edukatif dan menarik menggunakan platform desain grafis populer seperti Canva.

Belajar editing video sederhana memakai aplikasi mobile atau desktop yang mudah dipahami, agar ide-ide kreatif mereka bisa diterjemahkan menjadi visual yang estetik dan informatif.

Tim PKM memberikan pelatihan produksi konten digital kreatif kepada para siswa di SMP Tunas Bhakti Pontianak

Pendampingan diberikan secara intensif, mulai dari pengenalan konsep, praktik langsung, hingga proses finalisasi karya. Tak hanya fokus pada teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya membuat konten positif dan relevan dengan dunia pendidikan.

Dari Kurikulum ke Kreativitas: Literasi Digital yang Lebih Hidup

Sekolah memiliki antusiasme tinggi untuk mengembangkan kemampuan siswa di dunia digital. Dukungan tersebut menjadi faktor penting sehingga program PKM dapat berlangsung dengan baik. Dengan pendekatan yang tepat, SMP Tunas Bhakti diharapkan bisa menjadi contoh integrasi teknologi dalam pembelajaran.

Minat besar para siswa terhadap media sosial pun menjadi peluang emas. Melalui pelatihan ini, ketertarikan tersebut diarahkan menjadi sesuatu yang lebih produktif mulai dari membuat poster edukatif, video pembelajaran, hingga konten kampanye literasi.

Tahapan Program PKM

Kegiatan PKM ini terdiri dari beberapa tahap penting:

1. Koordinasi dengan pihak sekolah untuk menyamakan tujuan dan kebutuhan.

2. Penyusunan modul dan materi pelatihan yang mudah dipahami siswa SMP.

3. Pelatihan dan pendampingan intensif, termasuk praktik langsung membuat konten.

4. Evaluasi dan dokumentasi, sekaligus publikasi hasil karya siswa.

Semua tahapan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga terbiasa memproduksi konten yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.

Menuju Ekosistem Digital yang Positif di Sekolah

Melalui pelatihan ini, siswa SMP Tunas Bhakti Pontianak diharapkan mampu menjadi generasi kreatif yang produktif secara digital. Tidak hanya membuat konten, tetapi juga ikut membangun ekosistem digital yang positif, edukatif, dan inspiratif.

Langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar dari pengguna teknologi pasif menjadi kreator digital yang percaya diri dan berdaya.

banner 325x300