PONTIANAK – Polemik perjalanan rohani Bupati Sekadau beserta rombongan ke Vatikan terus menuai sorotan publik. Di tengah pemerintah pusat yang gencar menyerukan efisiensi anggaran daerah, momen spiritual itu justru dianggap menimbulkan pertanyaan serius soal transparansi penggunaan dana.
Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Mangkok Merah Kalimantan Barat, melalui anggotanya, Serva, mendesak Bupati Sekadau segera memberikan penjelasan terbuka.
“Kami meminta Bupati Sekadau memberikan klarifikasi terkait sumber pendanaan keberangkatan ke Eropa. Apakah dana hibah APBD atau dari pos lain? Masyarakat berhak tahu,” sampainya Serva dalam konfrensi pres, Senin, 29 September 2025.
Menurut DPP Mangkok Merah, sikap diam kepala daerah justru berpotensi memperbesar spekulasi. Mereka mendorong agar Bupati Sekadau tidak hanya menjelaskan sumber dana, tetapi juga meminta maaf kepada masyarakat Dayak, khususnya warga Sekadau, atas kegaduhan yang timbul.
“Ini bukan sekadar perjalanan pribadi, melainkan menyangkut akuntabilitas seorang pejabat publik. Kami ingin Bupati bersikap jujur dan transparan,” tegas Serva.
Perjalanan rohani ke Vatikan ini sebelumnya sempat viral di media sosial. Sebagian pihak mengkritik keras karena dinilai tidak sejalan dengan instruksi efisiensi anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat. Namun, ada pula yang memandang langkah itu sebagai upaya memperkuat aspek spiritual dan diplomasi kultural lintas agama.
Meski demikian, bagi DPP Mangkok Merah, prioritas utamanya tetap pada kepatuhan terhadap aturan penggunaan APBD.












