Bank Kalbar Diambang Guncangan, Dirut Rokidi Dikabarkan Mundur di Tengah Kinerja Moncer

banner 120x600

LINTASPONTIANAK — Kalimantan Barat diguncang kabar mengejutkan, Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, dikabarkan mengundurkan diri secara mendadak. Bocoran surat pengunduran diri yang diduga ditujukan kepada Dewan Komisaris beredar luas di media sosial sejak Minggu (6/4/2025), menyulut spekulasi panas di tengah prestasi gemilang bank daerah tersebut.

Namun hingga Senin (7/4/2025), belum ada kejelasan resmi. Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa ia belum menerima surat tembusan apapun.

“Saya belum membaca atau menerima tembusan surat pengunduran diri. Tapi kalau memang ada, yang berwenang menerima atau menolak itu adalah Pak Gubernur,” ujarnya kepada awak media.

Selang sehari, Gubernur Kalbar Ria Norsan akhirnya angkat bicara. Ia membenarkan bahwa dirinya telah mendengar langsung dari Rokidi soal niatan mundur, meski surat resmi belum ia terima.

“Saya dengar memang beliau sudah mengundurkan diri, suratnya katanya sudah dikirim ke komisaris,” ucap Norsan, Selasa (8/4/2025).

Gubernur menyebutkan bahwa alasan pengunduran diri Rokidi berkaitan dengan kondisi kesehatan. Meski begitu, publik bertanya-tanya, mengapa keputusan ini muncul secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan rinci dari pihak terkait.

“Insyallah kalau memang mengundurkan diri, alasannya kan sakit, kita akan siapkan penggantinya siapa,” tambahnya.

Langkah Rokidi meninggalkan jabatan strategis ini bukan perkara sederhana. Berdasarkan regulasi OJK dan Permendagri, pengunduran diri seorang direksi Bank Pembangunan Daerah tidak serta merta berlaku. Harus melalui serangkaian prosedur ketat, pembentukan panitia seleksi, uji kelayakan oleh OJK, hingga pengesahan lewat RUPS.

Yang memperumit situasi, Bank Kalbar saat ini hanya memiliki tiga direksi aktif jumlah minimum yang disyaratkan. Jika Rokidi mundur, formasi direksi jadi timpang. Maka, sesuai regulasi, Rokidi wajib tetap menjabat hingga penggantinya resmi ditetapkan.

“Kalau jumlah direksi kurang dari tiga, maka Dirut harus tetap menjabat sampai ada penggantinya yang lolos uji dan ditetapkan dalam RUPS,” tegas Harisson.

Ironisnya, kisruh ini terjadi di tengah capaian finansial Bank Kalbar yang sedang cemerlang. Dalam siaran pers, Senin (7/4/2025), Bank Kalbar mencatatkan laba bersih Rp485,8 miliar sepanjang 2024 naik 6,66% dari tahun sebelumnya.

Aset melonjak ke Rp26,51 triliun, Dana Pihak Ketiga menembus Rp20,35 triliun, dan rasio kredit bermasalah (NPL Nett) stabil di level aman, 0,66%.

Pujian pun datang dari berbagai pihak atas performa Bank Kalbar yang dinilai lebih kompetitif dibanding BPD lain secara nasional. Namun di tengah pujian itu, sang Dirut justru memilih diam.

Rokidi belum memberi klarifikasi ke publik. Pihak humas Bank Kalbar juga hanya merilis laporan kinerja, tanpa membahas isu pengunduran diri.

Publik Kalbar kini menantimenanti, apakah ini hanya badai kecil dalam segelas air, atau ada gelombang besar yang masih tersembunyi di balik “alasan kesehatan”? Satu hal pasti – Bank Kalbar kini berdiri di persimpangan penting.

banner 325x300