Viral! Jingle Kampanye Norsan-Krisantus Menggema di Acara Halal Bihalal di Pendopo Gubernur Kalbar

banner 120x600

LINTASPONTIANAK, KALBAR – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah pusat, acara Halal Bihalal yang digelar oleh Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, di Pendopo Gubernur menuai perhatian. Bukan hanya karena kemeriahan acaranya, tetapi juga karena diputarnya kembali jingle kampanye pasangan Norsan-Krisantus dari Pilkada 2024.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat jingle tersebut diputar dengan penuh semangat. Keluarga besar Gubernur Ria Norsan, termasuk Bupati Mempawah Erlina, tampak ikut bergoyang dan mengangkat dua jari—simbol nomor urut pasangan NKRI saat Pilkada. Mereka juga menyanyikan lirik jingle yang berbunyi “nomor dua, nih boss!” dengan antusias.

Namun, momen ini menimbulkan beragam reaksi di tengah masyarakat. Sebagian warga Kalbar menilai bahwa acara Halal Bihalal seharusnya menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat persatuan, bukan sebagai panggung nostalgia politik.

Andi (39), warga Kabupaten Sintang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hal tersebut. Menurutnya, momen Lebaran seharusnya difokuskan untuk menjalin kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi, bukan untuk menampilkan simbol-simbol politik yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Ini Lebaran, bukan kampanye. Harusnya fokusnya di kebersamaan, bukan nostalgia Pilkada,” ujar Andi.

Ia juga menyoroti bahwa acara tersebut tampak hanya dinikmati oleh masyarakat di Kota Pontianak dan sekitarnya, sementara warga di daerah lain hanya bisa menyaksikannya melalui media sosial tanpa merasakan manfaat nyata.

“Kami di daerah hanya bisa lihat di media sosial. Acara seperti itu buat apa? Kami cuma butuh jalan yang bagus agar bisa kerja dengan baik, ekonomi lancar, bukan hiburan sesaat,” tambahnya.

TONTON DISINI: https://www.instagram.com/share/reel/_yJU_gg0M

Selain itu, Andi menilai bahwa acara ini bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah pusat yang sedang gencar melakukan efisiensi anggaran. Jika pemerintah pusat saja berupaya menghemat pengeluaran, menurutnya tidak sepatutnya pemerintah daerah justru menggelar acara besar dengan kemewahan yang mencolok.

“Katanya efisiensi, tapi perayaan 02 bermewah-mewahan. Pestapora di tengah efisiensi pembangunan infrastruktur,” tegasnya.

Pendapat senada juga disampaikan Supriadi (41), warga Kabupaten Ketapang. Ia menyayangkan bahwa acara yang sarat dengan hiburan ini justru menjadi viral di media sosial, sementara gubernur daerah lain lebih banyak mendapat sorotan karena kerja nyata untuk rakyat.

“Kami malah iri lihat gubernur daerah lain yang sibuk kerja buat rakyat. Tapi di Kalbar, yang viral malah joget-joget,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar tersebut.

Sementara itu, dalam rilis resmi dari Biro Adpim Kalbar, disebutkan bahwa acara Halal Bihalal tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat Kalbar dan digelar sebagai bentuk silaturahmi pasca-Ramadhan. Ribuan warga hadir dan tampak antusias bertemu langsung dengan gubernur.

“Alhamdulillah, setelah sebulan berpuasa, ini jadi momen mempererat silaturahmi. Saya ingin pemerintah dan masyarakat bersama-sama mendukung pembangunan menuju Kalbar yang lebih baik,” ujar Ria Norsan dalam pidatonya.

banner 325x300