Dr. Herman Hofi : Perayaan Imlek di Pontianak Berpotensi Dorong Pariwisata dan Ekonomi, Namun Minim Dukungan Pemerintah Kota

banner 120x600

PONTIANAK — Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, menyampaikan pandangannya terkait perayaan Imlek di Pontianak. Ia katakan bahwa Imlek memiliki potensi besar untuk mendorong perkembangan pariwisata dan ekonomi kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa tersebut.

“Saya ingin mengucapkan selamat Imlek kepada warga Tionghoa. Perayaan Imlek di Pontianak sebenarnya memiliki makna yang luar biasa, tidak hanya sebagai perayaan sakral bagi komunitas Tionghoa tetapi juga dapat menjadi daya tarik pariwisata yang menggerakkan roda ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kota Pontianak perlu mengambil langkah konkret dalam menyambut perayaan Imlek agar dapat menjadi agenda wisata yang menarik baik bagi masyarakat lokal, nasional, maupun internasional.

“Event seperti ini seharusnya difasilitasi dengan baik oleh pemerintah kota. Namun yang terlihat hanya pihak kepolisian yang sibuk menjaga keamanan, sementara pemerintah kota terkesan pasif,” jelasnya.

TONTON JUGA VIDIO INI https://youtu.be/KuO6AJwZa2A?si=vqroy1-Q1dmNSPic

Dr. Herman menyoroti pentingnya sinergi pemerintah dengan berbagai pihak, seperti UMKM dan pelaku pariwisata, agar perayaan Imlek tidak hanya menjadi ajang selebrasi tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Orang yang datang pasti membawa uang. Ini kesempatan besar untuk mendorong sektor perhotelan, UMKM, dan jasa lainnya,” tambahnya.

Dia juga menyayangkan keputusan tidak diadakannya atraksi tatung dalam perayaan tahun ini.

“Tatung adalah warisan budaya unik yang hanya ada di Kalimantan Barat. Bahkan di Tiongkok sendiri tidak dikenal budaya tatung. Seharusnya ini menjadi daya tarik khas Pontianak, bukan justru dilarang,” tegasnya.

Dr. Herman menilai bahwa kekhawatiran terkait potensi tontonan kekerasan dalam atraksi tatung dapat diatasi dengan pengaturan dan pelokalan yang ketat.

“Tatung bisa dibatasi hanya untuk penonton dewasa, sehingga tetap bisa dilestarikan tanpa menimbulkan kekhawatiran,” sarannya.

Ia juga mengkritik pemerintah kota yang dianggap belum memiliki konsep yang jelas dalam memanfaatkan event-event seperti Imlek untuk kepentingan ekonomi dan pariwisata.

“Harus ada grand design yang terukur agar setiap event, termasuk Imlek, bisa menjadi sumber pendapatan kota serta mendukung pertumbuhan UMKM,” pungkas Dr. Herman.

 

banner 325x300