LINTASPONTIANAK.COM – Permainan layangan yang dulu cuma jadi hiburan anak kampung, sekarang makin ngeri. Soalnya, bukan cuma pakai benang biasa, tapi udah main gelasan dan bahkan kawat. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, angkat suara soal ini. Katanya, ini bukan sekadar mainan, tapi udah masuk kategori ancaman serius.
“Kalau benang gelasan kena leher orang, bisa putus lehernya. Langsung meninggal. Serius ni,” ujar Bahasan, dengan nada tegas usai upacara Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (20/5/2025).
Bukan cuma soal nyawa, permainan layangan pakai kawat juga bisa bikin korslet kalau nyangkut di kabel listrik. Akibatnya? Listrik padam, UMKM dan warga pun kena imbas.
BACA JUGA: Bahasan: “RT-RW Tolonglah Cegah Main Layangan, Jangan Sampai Sudah Ada Korban Baru Ribut”
Bahasan juga bilang, Satpol PP nggak bisa kerja sendiri. Harus ada peran semua pihak, terutama RT dan RW yang paling dekat dengan warganya.
“Kita minta tolong RT-RW, jangan cuma duduk-duduk bae. Edukasi warganya. Ingatkan kalau layangan ini bukan mainan aman lagi. Ini bisa bahaya,” kata dia.
Pemkot juga sedang mempertimbangkan untuk menaikkan denda buat yang nekat main layangan berbahaya. Saat ini, dendanya Rp500 ribu. Tapi kalau masih banyak yang bandel, dendanya bisa naik.
“Kalau masih bandel, kita pikirkan naikkan dendanya. Biar kapok,” tambahnya.
Bahasan juga bocorkan kabar baik, tahun depan insentif RT-RW bakal naik. Tapi ya itu tadi, harus ada kerja nyata juga.
Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiantoro, juga seirama dengan Bahasan. Dia bilang timnya terus turun lapangan buat razia. Bukan sekali dua kali, udah sering banget.
“Coba bayangkan, kalau yang kena benang gelasan itu keluarga sendiri. Sakitnya kayak mana?” ucapnya.
Saat ini, beberapa pemain layangan udah ditindak. Bahkan ada yang KTP-nya disita buat proses sanksi.
“Pokoknya kami bakal tegas. Udah cukup banyak kejadian, jangan tunggu ada korban baru,” tutupnya.














