PONTIANAK – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Agribisnis di Kota Pontianak memiliki sejarah panjang sebagai pusat inovasi agribisnis di Kalimantan Barat. Didirikan pada 12 Juli 2002 sebagai Aloevera Center, fasilitas ini awalnya berfokus pada budidaya dan pengembangan lidah buaya (Aloe vera).
Pada 2008, Aloevera Center bergabung dengan Orchid Center dan Raiser Ikan Hias, membentuk UPT Agribisnis di bawah pengelolaan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak.
Berlokasi di Jalan Budi Utomo No. 29, Siantan Hulu, Pontianak, UPT Agribisnis kini menjadi pusat agribisnis yang mencakup budidaya lidah buaya, ikan hias, dan anggrek, sekaligus menjadi terminal agribisnis. Tidak hanya berfokus pada produksi, fasilitas ini juga berperan sebagai objek wisata edukasi dan agrowisata yang menarik kunjungan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.
UPT Agribisnis kerap menjadi lokasi penelitian dan magang, termasuk kunjungan terbaru mahasiswa Universitas PGRI Pontianak dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Januari 2025. Hal ini menunjukkan peran strategis UPT dalam mendukung generasi muda untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidang agribisnis.
Struktur Organisasi yang Efisien
Dipimpin oleh Kepala UPTD, struktur organisasi UPT Agribisnis terdiri dari Kepala Subbagian Tata Usaha serta beberapa seksi yang menangani fungsi produksi, distribusi, dan edukasi.
Struktur ini memungkinkan UPT menjalankan tugas secara optimal, mendukung pengembangan komoditas unggulan seperti lidah buaya, anggrek, dan ikan hias.
Menurut Sri Mulyati, salah satu pengelola UPT, lidah buaya memiliki potensi besar di sektor pangan, kecantikan, dan kesehatan.
Lidah buaya dapat diolah menjadi jus segar, es krim, hingga jelly, sementara dalam bidang kecantikan, tanaman ini digunakan untuk produk perawatan kulit seperti masker, pelembap, dan serum. Dalam dunia kesehatan, lidah buaya dikenal mampu meredakan peradangan, mempercepat penyembuhan luka, dan menjaga kesehatan pencernaan.
Inovasi dan Keberlanjutan
Seiring perkembangan zaman, UPT Agribisnis terus menerapkan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas. Langkah strategis lain meliputi kolaborasi dengan lembaga penelitian, pengelolaan yang bertanggung jawab, dan orientasi pada pasar global. Visi ini mendukung keberlanjutan dan daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai pusat inovasi, UPT Agribisnis tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi inspirasi pengembangan agribisnis berkelanjutan.
Dengan memaksimalkan potensi lokal seperti lidah buaya, fasilitas ini mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus mendorong tren gaya hidup sehat dan ramah lingkungan di masyarakat.
UPT Agribisnis diharapkan terus menjadi pelopor dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.














