Bersatu untuk Sejahtera, APKI Kalbar Dorong Petani Kelapa Perkuat Kelembagaan

APKI Kalbar Dorong Petani Kelapa
banner 120x600

 

PONTIANAK – Kabar menggembirakan datang dari sektor perkebunan, khususnya bagi para petani kelapa. Kenaikan harga komoditas kelapa dalam beberapa pekan terakhir menjadi angin segar yang menambah semangat petani di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pun menyambut positif tren ini dan menyatakan bahwa tujuan utama pemerintah dalam sektor pertanian adalah menjadikan petani bahagia dan sejahtera.

“Petani adalah tulang punggung bangsa. Saya ingin mereka bahagia,” ujar Mentan Amran dalam sebuah kesempatan, menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Sikap terbuka pemerintah, khususnya dalam tidak membatasi ekspor kelapa, mendapat apresiasi luas dari kalangan petani dan organisasi yang menaungi mereka.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) Kalimantan Barat, Yusmayudi Yusuf, menyampaikan ucapan terima kasih atas langkah strategis Kementerian Pertanian, terutama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

“Melalui Bapak Ardi Praptono selaku Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjenbun menunjukkan perhatian luar biasa kepada kami, petani kelapa. Komunikasi intensif terus dilakukan dengan pengurus APKI tingkat pusat dan daerah,” kata Yusmayudi, Jumat (10/5).

Ia menambahkan, Pak Ardi kerap menyapa langsung petani kelapa di berbagai forum daring. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi seputar kondisi riil yang dihadapi petani, mulai dari fluktuasi harga hingga tantangan produksi.

“Beliau benar-benar hadir dan mendengarkan, bukan hanya secara formal, tapi dengan empati yang tulus. Seperti orang tua kepada anak-anaknya,” ujar Yusmayudi.

Dukungan terhadap petani kelapa juga ditunjukkan melalui kebijakan konkret. Ketua Umum DPN APKI, Soeprihadiono, menyebut penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 132 Tahun 2024 sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap petani kelapa. Perpres ini memperluas mandat Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang kini tidak hanya fokus pada sawit, tetapi juga mencakup kelapa dan kakao.

“Ini terobosan penting. Artinya, petani kelapa kini mendapat dukungan pendanaan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kebun. Sesuatu yang sudah lama kami harapkan,” jelas Soeprihadiono.

Yusmayudi juga mengajak petani di Kalimantan Barat untuk memperkuat kelembagaan dengan bergabung ke dalam kelompok tani atau menjadi anggota APKI. Menurutnya, penguatan kelembagaan akan mempermudah akses terhadap informasi, program pemerintah, dan insentif dari skema seperti BPDP Kelapa.

“Kalau petani bersatu, lebih mudah menyuarakan aspirasi. Program juga lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Kendati harga kelapa sedang tinggi, Yusmayudi mengingatkan agar petani tidak terlena. Ia mendorong agar petani tetap menjaga produktivitas kebun, melakukan pemupukan secara rutin, dan menjaga kualitas hasil panen agar daya saing tetap tinggi di pasar internasional.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan ekspor kelapa. Kepada pihak lain yang mungkin terdampak oleh naiknya harga, kami berharap bisa memahami kondisi ini. Sebab seperti kata Pak Mentan, kami hanya ingin petani bahagia,” pungkasnya.

Yusmayudi juga mengungkapkan bahwa kebahagiaan petani saat ini terasa sangat kontras dengan masa-masa sulit sebelumnya.

“Dulu, jangankan merawat kebun, untuk makan saja petani sering harus ‘ngebon’. Kelapa masih di pohon, uangnya sudah dipinjam duluan,” kenangnya sambil tersenyum.

 

banner 325x300