LANDAK – Kondisi Jembatan Sade, yang menghubungkan Desa Galar dan Desa Sompak di Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak, kian memprihatinkan. Rusak parah, membahayakan, dan seolah dibiarkan tanpa tindakan nyata, jembatan ini menjadi ancaman bagi masyarakat yang setiap hari melintasinya.
Riantrada Pratama, S.H, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan ini bukan perkara baru. “Jembatan ini sudah rusak sejak lama, tapi sampai sekarang pemerintah daerah tidak juga bertindak. Setiap hari kami melewatinya dengan rasa was-was,” ungkapnya dengan nada kesal. Rabu, 12/3/2025
Tak hanya membahayakan, kondisi jembatan yang nyaris roboh ini juga menghambat aktivitas ekonomi warga. Pasar, sekolah, hingga fasilitas kesehatan di desa tetangga menjadi sulit dijangkau. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin jembatan ini akan menelan korban jiwa.
Di tengah kondisi ini, warga mempertanyakan keberpihakan pemerintah daerah terhadap infrastruktur vital bagi masyarakat.

“Apakah harus ada korban dulu baru diperbaiki?” tanya seorang warga dengan nada geram.
Pemerintah daerah seharusnya tidak tinggal diam. Keamanan dan keselamatan warga adalah tanggung jawab utama mereka. Jika terus diabaikan, jangan salahkan warga jika akhirnya turun ke jalan menuntut hak mereka.
Jembatan Sade adalah satu dari sekian banyak infrastruktur yang luput dari perhatian. Kini, masyarakat menanti aksi nyata, bukan sekadar janji manis yang berujung tanpa realisasi. Akankah pemerintah daerah segera bertindak, atau membiarkan tragedi terjadi lebih dulu?














