Dampak Positif dan Negatif Digitalisasi Pendidikan MI Maarif Nurul Islam Sumber Urip

Foto. SISWA SISWI DI PENDIDIKAND I MI MAARIF NURUL ISLAM SUMBERURIP
banner 120x600

Tugas Opini : N. Zidni

Dosen Pengampuh: DR. KH. Muhammad Husni, M.Pd

LINTASPONTIANAK.COM – Dampak Revolusi Industri 4.0 yang mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. yang juga dikenal dengan istilah “cyber physical system”. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi. Tren tersebut telah mengubah pola pikir dan kehidupan manusia di berbagai bidang, termasuk dunia kerja, pendidikan bahkan gaya hidup masyarakatnya. Masyarakat diberbagai rana mulai kelas atas golongan pejabat dan pengusaha bahkan Masyarakat yang kelas terendah golongan buruh dan pengangguran berlomba-lomba agar dikatakan sebagai modern dan tidak ketinggalan zaman, tidak terkecuali dunia Pendidikan

Dunia Pendidikan menjadi sasaran era digitalisasi yang administrasinya sudah dikendalikan terpantau oleh system yang memanfaatkan teknologi modern sebagai pijakan dan sekolah dituntut untuk proaktif memanfaatkan teknologi yang menjadi tren dikalangan Masyarakat masa kini. Mulai dari Data sekolah, Profil Pendidikan, Data guru, bahkan data siswa yang bisa diakses oleh siapapun kapanpun dan dimanapun, sehingga Masyarakat bisa menilai dan melihat seberapa kwalitas Pendidikan itu cukup dilihat di dunia maya

Ujian berbasis komputer sudah tidak asing ditelingah kita bahkan seolah menjadi ujian paling tren dimasa sekarang, UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) adalah kegiatan rutin yang harus diselenggarakan oleh sekolah dan komputer adalah salah satu piranti medianya, semua sarana dan prasarana harus disediakan dan terpenuhi oleh pihak sekolah. Dengan keterbatasan alokasi dana untuk pemenuhan sarana itu maka terkadang penggunaannya 1:2, 1:3 bahkan 1:4 artinya 1 komputer digunakan oleh 2 siswa, 3 siswa bahkan 4 siswa maka tidak jarang kita mendengar istilah sesi pada ujian ini

Ujian berbasis komputer bisa sukses dilaksanakan merupakan prestasi yang luar biasa didunia Pendidikan terlebih dilembaga swasta semisal di MI Maarif NU Nurul Islam Sumberurip karena minimnya anggaran pengadaan sarana prasarana, dalam rangka mempertahankan prestasi Digitalisasin tersebut ujian-ujian yang lain juga berbasis IT maka HP juga dijadikan media ujian yang disebut ujian berbasis Android, maka bagi siswa yang memiliki HP ini suatu kebetulan tapi bagi siswa yang tidak memiliki HP ini menjadi masalah buat orang tuanya yang harus membelikan HP yang seharga minimal 1 jutaan, belum berpikir darimana untuk membeli paketan, maka kebijakan sekolah harus benar-benar bisa mengakomudir kemajmukan ekonomi peserta didik agar tujuan Pendidikan yang sebenarnya tidak terabaikan oleh system.

Disamping kita berpikir untuk memenuhi Sarana prasarananya seperti komputer Server yang Spesifikasinya harus tinggi dan juga komputer client termasuk jaringat internetnya, yang jauh lebih penting adalah SDM (Sumber Daya Manusia) guru-gurunya. Guru dituntut untuk mampu dan menguasai IT sebagai garda terdepan untuk mensukseskan Digitalisasi di sekolah meskipun guru-guru kita mayoritas guru yang melewati tiga generasi namun ufgrade profesionalitas harus tetap jalan, teknologi informasi tidak hanya mempermudah akses terhadap sumber belajar, tetapi juga memungkinkan metode pengajaran yang lebih variatif dan menarik . Dengan penguasaan IT yang baik, guru diharapkan dapat menciptakan konten pembelajaran yang lebih interaktif.

Penulis memiliki pandangan yang bisa dijadikan acuan sekolah untuk melaksanakan program digitalisasi di era 4.0 agar sekolah tetap bisa mengikuti arus perkembangan zaman dan tidak mengabaikan kondisi wali murid yang kurang mampu, dianataranya :

a. Ujian berbasis Komputer (UNBK) jika jumlah komputer tidak memenuhi jumlah siswa kelas akhir maka pelaksanaan ujian dibuat beberapa sesi yaitu sesi 1, sesi 2 sesi 3 bahkan sesi 4

b. Sekolah menyediakan HP android sebagai Cadangan untuk memfasilitasi siswa yang tidak memiliki HP, jika ujiannya berbasis android

c. Ujian Berbasis Komputer/HP menggunkan versi CBT (Computer-Based Test) offline dilakukan dengan cara siswa atau peserta ujian menginstall program pada server LAN (Local Area Network), yaitu suatu jaringan komputer yang hanya dapat digunakan di dalam wilayah lokal saja. Server LAN akan terkoneksi ke setiap komputer siswa atau peserta ujian tanpa terkoneksi langsung ke server pusat. Maka komputer atau HP tidak membutuhkan jaringan internet sehingga peserta ujian tudak harus membeli paketan internet.

d. Guru diwajibkan untuk ufgrade kompetensi dalam rangka peningkatan Profesionalitas guru melalui Bimtek-bimtek bidang IT agar guru tidak katinggalan dalam penggunaan media Komputer. Peningkatan kemampuan IT guru hal yang sangat penting agar guru dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan interaktif

Dari uraian di atas tentu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa setiap kebijakan ada sisi positif dan negatifnya. Catatan positifnya tentu perkembangan pola pikir yang modern dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, kita juga perlu melakukan kalkulasi dari setiap kebijakan. Banyak unsur baik atau jeleknya. Jika banyak positifnya tentu perlu kita dukung dan dipertahankan bahkan harus dikembangkan.

Namun, jika banyak mudharatnya tentu kebijakan tersebut perlu dikaji ulang. Instistusi sekolah boleh berlomba, namun tidak boleh kehilangan identitasnya. Jangan sampai kebijakan ujian menggunakan Android ini malah mengajari siswa untuk berfikir konsumtif, tidak bisa memahami kemampuan diri dan keluarganya.

Guru harus mampu dan menguasai IT sebagai bentuk ufgrade profesionalitas teknologi informasi agar guru mampu mendesan metode pengajaran yang lebih variatif dan menarik . Dengan penguasaan IT yang baik, guru diharapkan dapat menciptakan konten pembelajaran yang lebih interaktif.

banner 325x300