Diusir Saat Menonton, Seorang Pengunjung Protes Pelayanan Winner Open Boxing Championship Tak Profesional

banner 120x600

LINTAS PONTIANAK – Suasana kompetisi Winner Open Boxing Championship 2025 yang berlangsung di Agro Wisata Dream Land, Pontianak, Selasa malam, 25 Juni 2025, mendadak memanas. Bukan karena adu jotos di atas ring, melainkan karena insiden pengusiran seorang penonton.

Andrea Anggana, pengunjung mengaku diusir secara sepihak dari tempat duduknya oleh seseorang yang diduga panitia, tanpa alasan yang jelas. Padahal, ia hadir sebagai penonton sah dengan mengikuti seluruh prosedur pembelian tiket sebagaimana mestinya.

“Saya sudah beberapa hari menonton, tapi baru kali ini diusir dari tempat duduk tanpa penjelasan yang jelas,” ujar Andrea yang juga sebgai Pimred media online lintaspontianak.com

BACA JUGA: Advokat Dampingi Mantan Guru Honorer dalam Kasus Dugaan Pelanggaran Etika Guru di Kubu Raya

Andrea menuturkan, insiden bermula saat ia hendak menempati bangku di area penonton seperti biasanya. Namun, seorang pria yang mengaku sebagai panitia menyuruhnya pindah karena kursi tersebut disebut-sebut telah ‘dipesan’ untuk tamu yang kemudian diketahui adalah kerabat pemilik lokasi acara.

Bukti Pembelian Tiket

“Saya tidak paham alasan pengusiran ini. Katanya kursi mau dipakai tamu. Tapi saya juga tamu, bukan duduk di VIP, dan area sekitarnya banyak kursi kosong. Lalu seseorang yang mengaku pemilik tempat bilang, ‘Itu mama saya, orang tua saya.’ Kalau begitu, ini bukan event profesional,” ucap Andrea, menyuarakan kekecewaannya.

Lebih lanjut, Andrea menyayangkan sikap panitia yang dinilainya arogan dan tidak mencerminkan profesionalisme dalam menyelenggarakan acara publik. Baginya, sikap seperti ini justru mencoreng semangat sportivitas yang selama ini diusung dunia olahraga.

BACA JUGA: Sidang Praperadilan PNS OJ, Kuasa Hukum Nilai Penetapan Tersangka Cacat Prosedur

“Saya hadir sebagai warga dan juga bagian dari media yang selama ini mendukung kegiatan olahraga daerah. Tapi perlakuan seperti ini tidak mencerminkan,” tegasnya.

Insiden ini menjadi catatan serius bagi panitia pelaksana dan pengelola tempat, terutama dalam hal pelayanan publik dan etika profesionalisme. Sebuah ironi ketika sebuah ajang olahraga yang seharusnya menjunjung nilai keterbukaan dan fair play, justru tercoreng oleh tindakan eksklusif dan perlakuan semena-mena terhadap penonton yang sah.

 

 

banner 325x300