LINTASPONTIANAK.COM – Sebanyak 180 ASN baru dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak akhirnya resmi “naik pangkat” jadi garda depan penegakan Perda. Tapi sebelum mereka turun ke lapangan, para CPNS dan PPPK hasil rekrutmen 2024 ini terlebih dulu dibekali ilmu dan mental baja lewat sesi pembekalan di Aula SSA Kantor Wali Kota, Rabu (14/5).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, buka suara soal pentingnya pembekalan ini. Menurutnya, masalah di lapangan kadang nggak cuma soal aturanbtapi juga emosi, situasi sensitif, dan tuntutan pelayanan prima. Jadi, selain hafal Perda, mereka juga harus siap mental dan paham cara pendekatan yang pas.
“Kita bekali dulu supaya mereka paham aturan, ngerti tugas, dan bisa bantu Pemkot tegakkan Perda dengan cara yang bijak dan sesuai prosedur,” ujar Edi.
Lebih lanjut, Edi menekankan peran strategis dua instansi ini dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan kota. Makanya, ia minta para ASN baru untuk serius dalam pelayanan publik.
“ASN itu patokannya aturan. Jadi kalau ada Perda, itu bukan buat nyusahin, tapi buat bikin hidup di kota ini lebih tertib dan jelas,” tambahnya.
Pembekalan ini bukan cuma soal teori. Para peserta juga diajak mengenal langsung tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi. Dari belajar soal etika pelayanan publik, teknik penanganan konflik, sampai pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kerja lapangan.
Yang keren lagi, sesi ini juga menghadirkan narasumber dari BKPSDM Kota Pontianak, jadi pembahasannya nggak cuma soal lapangan, tapi juga soal pengembangan karier dan disiplin sebagai ASN.
FYI, per awal 2025, ASN di lingkungan Pemkot Pontianak tercatat sekitar 8.900 orang, ditambah 1.250 tenaga PPPK. Pemerintah kota pun terus mendorong peningkatan kompetensi lewat pelatihan rutin biar pelayanan publik makin top.
Edi juga berpesan, selain jadi aparat, ASN juga dituntut jadi figur teladan.
“Mereka harus punya integritas dan pendekatan humanis dalam setiap tugas. Jangan keras doang, tapi juga bisa merangkul,” tutupnya.














